Wednesday, 23 November 2011

Perbedaan Avanza Veloz-New Avanza

Sebagian penggemar Toyota Avanza mungkin bertanya-tanya, apa perbedaan antara tipe  1.5 G dengan Avanza Veloz. Maklum keduanya adalah varian tambahan baru dari keluarga Avanza yang sama-sama memakai mesin 1.500 cc. test drive toyota Avanza akan mengungkapnya.., Yuk, langsung kita intip perbedaannya..

Pertama tentu di sektor eksterior terus keduanya memang mengaplikasikan model yang berbeda. Terlihat dari desain gril, bumper depan-belakang, serta mata kucing di belakang. Sedangkan dari samping, perbedaan jelas terasa dengan aplikasi pelek asimetris pada Avanza Veloz, dan pelek kipas pada New Avanza.

Selain itu, pilihan warna eksterior pada Avanza Veloz lebih sedikit dari New Avanza. Pada tipe Avanza Veloz disediakan empat warna elegan yaitu silver mica metallic, dark steel mica, white dan black metallic.
Sementara New Avanza menyediakan dalam delapan warna berbeda, yaitu keempat warna Avanza Veloz ditambah warna light blue metallic, maroon mica, gray metallic dan champagne metallic.

Ketika masuk kedalam kabin, nuansa berbeda terasa kental. Kali ini tampak dari warna interior dimana New Avanza mengeluarkan aura ceria khas keluarga dengan paduan two tone warna krem-hitam. Sedangkan Avanza Veloz lebih minimalis dengan lapisan hitam beraksen silver di beberapa panel.

Tuesday, 22 November 2011

Kaca berembun

Hujan di kala udara panas memang mengasyikan, apalagi pas kita berkendara.. suasana lebih nyaman dan tidak kepanasan kecuali bagi yang naik motor ya.. basah-basahan pastinya..! Namun keadaan ini ikut menyeret konsekuensi tertentu yang justru merugikan. Salah satunya adalah munculnya lapisan uap air di kaca mobil maupun spion.

Kehadiran embun yang muncul di seantero kaca mobil ini sangat mengganggu visibilitas. Apalagi jika titik-titik air ini hinggap di kaca selama mobil berjalan, pastinya menggangu pandangan kita berkendara kan..
Penyebab timbulnya embun di kaca ini adalah perbedaan suhu serta tingkat kelembaban yang tinggi. Misalnya uap air yang terbentuk di sekitar kaca dengan ambient temperature yang lebih panas. Nah, pada spion samping, hal tersebut bisa juga terjadi akibat penumpukan jamur pada permukaan kaca. Baru tahu kan penyebab kaca berembun..!!
Kondisi lainnya yang menyebabkan kaca ber-embun, adalah saat mobil melaju cepat di jalan tol sewaktu hujan. Suhu kaca dan interior di balik kaca tersebut menjadi lebih dingin dari temperatur luar. Empasan udara panas dari kap mesin ternyata kurang panas untuk mengusir embun. 

Untuk mengatasi kaca supaya ber-embun cari yaitu dengan mengaplikasi cairan atau semprotan antikabut (antifog) produk ini banyak dijual di toko otomotif.

Monday, 21 November 2011

Interior toyota avanza

Ketika pertama kali Toyota Avanza 1.300 cc bertransmisi otomatis  diluncurkan, Avanza 1.3 S mendapat sambutan yang bagus tapi sayang masa produksinya hanya sebentar. Cuma 2 tahun dengan total produksi sekitar 150.000 unit. 


Oya, Avanza selain varian pertama yang bertransmisi otomatis, 1.3 S juga menjadi varian pertama yang menggunakan sistem katup variabel VVT-i, serta rem dengan ABS.

Daya tarik mobil ini adalah resale value yang bagus di pasar mobil lokal. Saat ini di bursa mobkas DKI Jakarta ia ditawarkan di kisaran harga Rp 120-125 juta. Tipe ini juga laris diburu. Maklum saat ini konsumen perkotaan mulai menyukai varian mobil bertransmisi otomatis. Maklum aja jalanan ibu kota sekarang terasa semakin macet saja setiap harinya. Mobil bertransmisi otomatis berperan penting disaat kondisi jalanan macet.

Hasil dari test drive Toyota Avanza perubahannya paling banyak terjadi di interior. Ini gara-gara kehadiran tuas transmisi otomatis 4-speed  dengan jalur segaris bernuansa krom. Slot karcis di dasbor sudah tidak ada, gantinya adalah tuas sirkulasi udara yang mudah dijangkau.

Seluruh panel instrumen dasbor juga ditata ulang. Odometer dan trip meter digital duduk manis bersama spidometer serta takometer analog. Oya, indikator posisi transmisi dan rem ABS juga ditampilkan di sini.


Sunday, 20 November 2011

Pesona new avanza

Kelemahan dalam suspensi new avanza terasa ajut2an sehingga ga terasa nyaman, mungkin bisa dicari solusinya mengenai masalah ini! Oiya guratan desain pendahulunya tetap tampak di model terbaru avanza, bentuk gril dan bumper depan tetap bersudut cukup tegak saat dipandang dari samping. Begitu pula dengan buritan yang masih menyisakan garis khas Avanza pendahulunya. Namun pilar D kini dibuat tipis akibat penerapan bidang kaca lebih luas

 setelah dari hasil test drive avanza, hasilnya :
1. Lebih irit karena sudah memakai EPS
2. Tingkat kenyamanan sama saja
3. Tidak signifikan
4
. Kelebihannya hanya ada pada penampilan:
  ada perubahan pada : lampu utama, grill, bumper
  muka dan belakang.
5. Interior mengalami perbaikan tapi tidak drastis

Untuk varian 1.5 G ini, Toyota menerapkan diameter 15 inci. Sementara hendel pintunya sudah menanggalkan model ungkit, dan menerapkan model tarik seperti di Vios atau Nissan Grand Livina sehingga lebih nyaman  

Friday, 18 November 2011

Test suspensi Avanza

Test drive toyota avanza kali ini mencoba di Suspensi ANA 1,3 G dan 1,5 Veloz kedua suspensi ini sangat berbeda dari Avanza sebelumnya. Gejala ngayun atau bergetar saat melewati beberapa kali benjolan kecepatan rendah sampai kecepatan menengah yang minim.

Setelah ban belakang melalui gundukan, suspensi bisa mengurangi dengan efek tidak kembali ke atas dengan cepat. Bahkan boleh dibilang, suspensi sekarang lebih keras atau kaku (kaku atau kaku) dari yang lama.

Keluhan lain yang dapat diperbaiki di ANA sekarang membuka pintu belakang. Kembali kemudian, pengemudi harus menggunakan kunci untuk membuka itu, sekarang enggak perlu lagi. Karena menangani sendiri sudah tersedia.

Selain itu, kemungkinan hilang atau keluar dari topi bensin sambil mengisi bahan bakar mungkin diminimalis. Karena tutup klem tali dilengkapi bensinya. Cukup berguna untuk pengendara wanita!

Satu lagi yang digadangkan Toyota adalah fitur dari EPS (Electronic Power Steering). Dibandingkan dengan Avanza lama, cukup menarik karena sistem kemudi tidak lagi didorong oleh pompa kecepatan mesin dengan overload.
 
Seperti karakter sebagian besar mobil yang telah EPS, kemudi bahkan begitu berat pada kecepatan rendah. Hal ini juga terjadi di ANA, tidak terlalu ringan Avanza tua. Terutama ketika memutar roda pada kecepatan rendah seperti ketika mencoba untuk taman.

Namun, pada kecepatan dari 30 km / jam, roda kemudi mulai merasa sedikit lebih ringan. Maaf, karena tes lahan terbatas, sehingga tidak bisa nyobain kecepatan lebih dari itu.

Thursday, 17 November 2011

Test drive mazda2

Menguji  ketangguhan mobil mazda 2, mesti di testdrive mazda2 PT Mazda motor indonesia(MMI) mengeksplor mazda2 sedan lebih jauh dengan menjelajah kota kembang. Penampilan mazda2 memang terlihat bagus, banyak peminat dari mazda2 ini, dan sudah terbukti bahwa bukti kualitas dunia yang dikantongi mazda2. Secara desain, mazda2 sedan layak diposisikan sebagai leader dikelas low sedan.  Menguji review mazda2 dari segi test drive sesuai dengan data spesifikasinya, mazda2 sedan spontan menggila saat rpm melewati angka 4000/5000. Menyenangkan untuk dikendarai di kisaran kecepatan di atas 60km/jam ke atas. Mesin MZR 1.500 cc 16katup DOHC itu terasa sayang jika hanya dipakai untuk sekedar mengendarainya biasa aja.

Selanjutnya dengan transmisi manualnya, terus ke versi transmisi otomatis. Dimulai dari posisi tuas transmisi di D, tenaga yang disemburkan tak beda jauh dengan versi manual. Hanya saja, harus bersabar jika rpm berada di putaran tengah, antara 3000-4000, karena tenaga akan menggantung  pindahkan transmisi D ke posisi S mazda2 sedan terasa jauh lebih responsif.  Bagaimana dengan komsumsi BBM? Jika melihat data spesifikasi yang ada, 1 liter mazda2 sedan mampu menempuh 14,7km. Dengan gaya mengemudi agresif, dapat memperoleh angka 1:11km, sesuai dengan angka yang tertera pada multi information display(MID). Pengujian ini sifatnya subyektif, bergantung pada karakter pengemudi

Wednesday, 16 November 2011

Masalah yang perlu diperhatikan di APV

Sejak lahirnya Suzuki APV, minibus ini selalu mendapat perhatian penggemarnya kemunculannya banyak yang tertarik untuk memilikinya. Saat test drive apv pertama saja, banyak orang menoleh sampai berulang kali buat melongok wujudnya. Termasuk APV Arena, generasi terbaru yang punya wajah lebih elegan ketimbang keluaran awal.
Berbagai ubahan diberikan dan mampu memberi sensasi berkendara lebih nyaman. Per keong belakang lebih empuk, dasbor lebih mewah, ada varian captain seat, juga desain yang lebih segar. Termasuk persneling pun diperbaiki, khususnya rasio gigi sehingga perbandingannya lebih rata.


Dengan usianya yang masih muda, bagaimana merawatnya? Cermati beberapa komponen fast moving seperti kopling, rem, bearing, ban dan belt. Karena meski masih garansi, komponen itu tidak termasuk jaminan. Apa saja yang perlu diperhatikan? Bearing Roda ini salah satu yang harus diperhatikan suara 'gruk-gruk-gruk' yang muncul di daerah depan bisa dipastikan berasal dari roda. Bukan dari ban melainkan dari bearing. Laher roda milik APV Arena ini disinyalir lebih cepat bunyi ketimbang APV tipe lawas.
Kencenderungan pemakaian ban pada APV Arena adalah permukaan tapak ban termakan bagian dalamnya. Uniknya, kondisi ini terjadi sejak mobil masih baru. 

ketika test drive suzuki apv tak heran kalau belum sampai hitungan 40 ribu km, ban depan sudah botak bagian dalamnya. "APV Arena pakai ban Bridgestone Turanza ER 60 195/65R15, harganya Rp 1.060.000 perbuah,  Salah satu trik agar ban tidak makan dalam, bisa diakali dengan rotasi dan membalik ban. Sebaiknya melakukan rotasi depan dan belakang setiap 5.000 km. Lalu antara 7.000-10.000 km cek spooring-nya,

Selain rotasi atau tukar ban depan-belakang, bisa juga membalik ban. Jadi, ban dicopot dan dipindah arah rotasinya. Bisa dilakukan selagi spooring, sekalian dibalans ulang
rem bergetar

Tak terjadi pada semua Suzuki APV, tetapi sudah ada yang mengalami pada APV Arena keluaran terakhir. Pada saat kondisi panas, rem terasa bergetar saat pedal diinjak.
Bisa jadi karena kampas rem atau cakram bermasalah seperti kampas rem kotor, cakram bergelombang atau tekanan minyak rem tidak stabil.

Kalau sudah begini sebaiknya dibongkar untuk diperiksa secara mendetil. Periksa permukaan cakram rem, ketebalan kampas rem atau kualitas minyak rem.